BerandaUncategorizedAbdul Hadi, Petani Bawang Merah Desa Truni yang Tekun Mengembangkan Pertanian hingga...

Abdul Hadi, Petani Bawang Merah Desa Truni yang Tekun Mengembangkan Pertanian hingga Raup Hasil Ratusan Juta

LAMONGAN / Barra22.com – Menjadi petani bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga membutuhkan ketekunan, keberanian menghadapi risiko, serta semangat untuk terus belajar. Hal tersebut tercermin dari sosok Abdul Hadi, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Abdul Hadi dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat tinggi dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya budidaya bawang merah. Secara pribadi, ia mengelola lahan kurang lebih 1,5 hektare untuk tanaman bawang merah.

Dari usaha tersebut, Abdul Hadi mampu merasakan hasil yang cukup menggembirakan. Dalam satu tahun, lahan bawang merah yang dikelolanya dapat mencapai sekitar lima kali panen. Dengan pengelolaan dan kondisi harga yang mendukung, hasil yang diperoleh secara keseluruhan dapat mencapai sekitar Rp300 juta hingga Rp400 juta per tahun.

Bagi Abdul Hadi, keberhasilan tersebut tidak datang begitu saja. Dibutuhkan ketekunan, pengalaman, keberanian menghadapi naik turunnya harga, serta kemauan untuk terus belajar mengenai teknik budidaya bawang merah.

Ia juga berharap perhatian dan dukungan pemerintah terhadap petani terus ditingkatkan. Salah satu kebutuhan yang diharapkannya adalah adanya bantuan alat pengolahan lahan, seperti peralatan pertanian yang dapat membantu mempercepat dan meringankan proses pengolahan tanah.

Menurutnya, dukungan berupa sarana dan prasarana pertanian sangat penting agar petani dapat bekerja lebih efektif sekaligus meningkatkan produktivitas.

Jangan Kapok Jadi Petani

Abdul Hadi juga menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya para petani bawang merah, agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi harga komoditas yang turun.

Ia mengingatkan bahwa dunia pertanian memang memiliki risiko, terutama terkait fluktuasi harga. Pada tahun 2023, misalnya, harga bawang merah yang diterima petani sempat berada di kisaran Rp13 ribu per kilogram.

Namun kondisi tersebut, menurut Abdul Hadi, jangan sampai membuat petani kapok dan meninggalkan usaha pertanian.

“Petani yang sudah belajar jangan sampai kapok. Harga bawang merah tidak mungkin murah terus. Yang penting kita tetap semangat dan terus belajar,” ujarnya.

Sementara pada tahun 2026, kondisi harga di tingkat petani disebut lebih baik, yakni sekitar Rp18 ribu per kilogram.

Bagi Abdul Hadi, naik turunnya harga merupakan bagian dari dinamika pertanian. Karena itu, petani harus mampu bertahan, memperbaiki pola budidaya, dan terus mencari cara agar hasil produksi semakin baik.

Mendapat Dukungan Program Irigasi Perpompaan

Selain mengembangkan pertanian secara mandiri, Abdul Hadi juga mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani di Desa Truni.

Tahun ini, kelompok tani di Desa Truni mendapatkan bantuan pemerintah berupa program irigasi perpompaan (Irpom). Program tersebut dikerjakan oleh anggota kelompok tani Truni Maju Dua Subakir.

Menurut Abdul Hadi, bantuan tersebut sangat berarti bagi petani karena ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan budidaya pertanian.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Dinas Pertanian, yang dinilai terus memberikan dukungan terhadap para petani.

Abdul Hadi berharap sinergi antara pemerintah dan petani dapat terus berjalan. Dengan dukungan sarana pertanian, ketersediaan air, alat pengolahan lahan, serta kemauan petani untuk terus belajar, ia optimistis sektor pertanian di Desa Truni dapat semakin maju.

Bagi Abdul Hadi, menjadi petani adalah pilihan yang memiliki masa depan apabila ditekuni dengan sungguh-sungguh.

“Jangan takut menjadi petani. Jangan mudah menyerah ketika harga turun. Tetap belajar, tetap bekerja, dan tetap semangat,” menjadi pesan yang ia tekankan kepada generasi dan masyarakat yang memilih menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.

(Anton)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

- Advertisment -spot_img

Recent Comments